Malam.

Malam tak selalu berhias bintang, memang.
Namun entah mengapa malam akhir2 ini terlalu menyesakkan.
Tidak ada ruang untuk bernafas, tidak ada seperti khayalan akan malam-malam berhias bintang. Atau bahkan sekadar berhias bulan.
atau mungkinkah hanya awan di pelupuk saya yang begitu kejam menutupi keindahan malam?

Malam akhir2 ini sesak.
Selalu ada sungai mengalir
Entah sejak kapan..
Mungkin sejak purnama keempat itu
Purnama yang mebjadi titik tolak

Apakah jalanku salah?
Beberapa berkata YA.
Beberapa berlalu begitu saja. Acuh.
Beberapa menyediakan akomodasi ke jalan tersebut.

Jadi beberapa yang mana yang harus kuacuhkan? Beberapa yang mana yang harus kucamkan dalam2?

Lagi-lagi malam datang sebelum kudapat jawaban atas pertanyaan tentangnya.
Berikan aku interval panjaaaang!
Tolong mengerti.
“Aku sudah terlalu sering mengerti!” Teriaknya.  
Tak ada yang salah dengan teriakannya.
Mungkin memang benar malam lah yang salah.

Namun tak ingin durhaka, terimakasih untuk malam karena masih ada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s