New Chapter: London

Moving to a new city is not a simple thing.
I moved to London recently, 12 days ago for exact.

Kesan pertama yang aku dapat dari kota ini adalah dingin tapi hangat. Nah kok bisa?
Kota ini terlihat sangat sibuk tapi ketika kamu ada di dalamnya, sebenarnya orang-orang mempunyai kehidupan yang benar-benar hidup. They have a good life.

Hari pertama di London aku dijemput sama teman satu hall yang datang duluan 5hari sebelumnya. Flat kita beda staircase aja, tapi cuma bisa ketemu saat weekend karena beda kampus dan kesibukan masing-masing berbeda.

Hari pertama adalah hari yang cukup melelahkan: 17 jam perjalanan dari Jakarta ke Heathrow walaupun bisa “bernafas” selama 3jam di Abu Dhabi. Perjalanan terpanjang yang pernah aku alami sejauh ini. 8jam + 8jam. Plus 1,5 jam dari heathrow ke hall di daerah bethnal green naik tube. Bahkan Riza bilang hari pertama memang hari yang paling melelahkan sejauh ini.

Malam itu aku diantar serombongan dari parung menuju cengkareng. Gak mau terlalu ngeliatin muka sedih, tapi ya kelihatan juga. Perginya ga akan lama sih, tapi banyak yang akan dilewatkan.

Memilih flight malam demi mendapatkan teman dalam perjalanan. Bersama dua orang teman dari flat yang sama, aku sampai di heathrow terminal 4 dan melanjutkan perjalanan dengan tube. Gak susah dari airport ke tube, tinggal jalan ke basement dan transport di sini semuanya sudah integrated (akan lebih dibahas di postingan selanjutnya). Sekitar 1,5 jam kemudian sampai di hall. Heathrow berada di zone 6 sebelah barat daya, sementara hall ku di zone 2 bagian timur, jadi ya tube terbilang transportasi yg paling cepat dan affordable buat kita mahasiswa. Terimakasih banyak Riza yang sudah menjemput dan membawakan satu dari tiga koper super berat ku, ga akan lupa kali ya mengalami hari pertama dua kali :”

Sampai di hall, office nya udah tutup karena sudah sore (5pm). Kebingungan datang ketika kunci kamar yang seharusnya milikku tidak ada di tempat pengambilan kunci dan ternyata ada masalah dengan kontraknya. Ada seseorang dengan nama yang sama denganku membatalkan kontraknya beberapa hari yang lalu, tapi yang kena pembatalan kontrak malah aku… tapi Alhamdulillah John si officer merespon dengan baik dan mengganti kamarku dengan kamar lain yang masih kosong di flat yang sama.

Hall nya ample, I couldn’t hope for more. Almost impossible for that price in east london. Bahkan mereka memaklumi uang bulananku yang belum cair dan menunda due date nya sesuai dengan keadaanku. baik banget kan

Sore pertama udah ga sanggup ke mana2, memilih beres2 dan makan tekwan bersama Riza. Alhamdulillah dibawain banyak makanan dan sepotong bed cover+boneka jadi bisa makan dan tidur nyenyak. Fabiayyi aalaai robbikumaa tukazzibaan?

Katanya, hari pertama adalah waktu yang krusial, jangan langsung tidur walau secapek apapun perjalanan kemarin. Langsung sesuaikan jam tidur sama tempat baru, itu sih yang paling mudah buat menyesuaikan waktu biologis kita. Kalau enggak, bakal butuh waktu lagi buat ngatur waktu tidur dsb.

Alhamdulillah semuanya lancar berkat dukungan, doa dan doa dari keluarga, teman2. Itulah pentingnya minta doa, meminta restu dari orang yang kita kenal. Awalnya risih karena merasa ga perlu dibesar2kan, toh hanya sebentar nanti juga balik lagi, malu atuh kalo digede2in, pikirku. Tapi  memang banyak sekali kemudahan yang dirasakan, dari mulai tempat duduk, bagasi, tempat solat, teman, ah banyak lagi.

Terima kasih ayah dan mama terutama, doanya ga pernah putus. Semoga dua tahun di sini akan membawa banyak manfaat nantinya, amin.

IMG_0001.jpg

Nice view from my room ❤

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s