Pengalaman dan Tips Seleksi LPDP (updated)

Betahun-tahun lalu saya ingin posting dengan judul ini tapi belum terlaksana. Mungkin udah basi—I graduated 6 months ago—tapi mudah-mudahan masih relevan buat yang mau iseng-iseng coba ikutan seleksi. 

Cerita sedikit dulu ya….

Pertama denger LPDP karena ngeliat banyak senior di ITB yang dapet beasiswa ini, kuliah ke luar… jadi pengen nyoba kan…. dari bangku SMA (read: MAN) pengen banget kuliah di luar karena ngeliat perkembangan desain di luar negeri beda sama yang selama ini dilihat sehari-hari.

Saya juga tertarik dengan beasiswa ini karena tidak ada ikatan apapun selain harus kembali ke Indonesia. Yang lebih menarik adalah kuotanya yang (katanya) tidak dibatasi, selama seseorang memenuhi kriteria, maka akan dibiayai oleh negara. LPDP juga disebut-sebut sebagai lembaga negara pemberi beasiswa yang mencontoh sistem lembaga pemberi beasiswa dari negara yang sudah maju, sehingga relatif lebih minim keterlambatan terkait pencairan tunjangannya. LPDP juga punya customer service yang khusus menjawab kerisauan para aplikan/awardee, bisa diakses di sini

Saat ini, sejauh yang saya ketahui, LPDP sudah banyak memperbaharui kebijakan lebih dari satu kali, terutama untuk memperbaiki sistemnya. Salah satunya adalah konsekuensi mengabdi di Indonesia yang dulunya hanya ‘berkontribusi untuk Indonesia’ saat ini menjadi statemen ‘mengabdi kembali ke Indonesia dihitung dengan rumus (2n+1)’, dengan n = banyak tahun masa studi. Kemudian kebijakan mengenai pemberian prioritas untuk aplikan yang ingin belajar di Indonesia demi efisiensi budget (membiayai 1 orang di UK bisa membiayai beberapa orang di Indonesia, misalnya).  

2015 ketika saya mendaftar, hanya ada pilihan Beasiswa Reguler (untuk S2 dan S3), Beasiswa Spesialis, Beasiswa Afirmasi, Beasiswa Rispro, Beasiswa Disertasi, dan Beasiswa BUDI (untuk dosen). Saat ini sudah ada Beasiswa Santri, Beasiswa Olimpiade internasional, Beasiswa Perguruan Tinggi Peringkat Utama Dunia, Beasiswa TNI/POLRI, Beasiswa Bidikmisi, Beasiswa Indonesia Timur, Beasiswa untuk penyandang disabilitas, bahkan Beasiswa Prestasi olahraga. Saya sendiri mengikuti jalur reguler karena paling memungkinkan saat itu. List lengkapnya bisa dilihat di website resmi LPDP.

Setelah lulus (Juli 2015) saya tidak langsung meninggalkan Bandung untuk mengejar skor IELTS. Saya les intensive di sebuah lembaga bahasa Inggris khusus untuk mengikuti ujian IELTS di Jalan Batik Kumeli Bandung atas saran teman. Seleksi LPDP pun saya lakukan di Bandung. 

 

Bagaimana alur seleksinya?

Pada saat itu, Seleksi LPDP hanya ada 2 tahap:

  1. Seleksi Berkas
  2. Seleksi Substansi

Saat ini ada tambahan seleksi Psikotes Online sebelum direct assessment. Saat pertama kali diaplikasikan (sekitar akhir 2017 kalau tidak salah), psikotes online ini sempat banyak menerima kritik karena masalah teknis maupun sistem seleksinya. Namun nyatanya tetap diselenggarakan saat itu dan sepertiya tetap dilaksanakan pada tahun ini pula. 

Seleksi Berkas

Tahap ini susah-susah gampang, terutama bagian mengisi formulir pendaftaran online karena harus detail menjabarkan apa, kapan, di mana. 

Struktur kasar formulir nya seperti ini: 

  1. Data Diri
    Termasuk data Ayah/Ibu, riwayat pendidikan, pengalaman organisasi, prestasi, kemampuan bahasa, pengalaman workshop dan riset, KIR, konferensi dan seminar, kemudian ada juga penghargaan. Jika tidak memeiliki salah satunya, dibiarkan kosong saja.
  2. Essay
    Termasuk essay mengenai rencana studi (beberapa orang menyertakan cashflow), kontribusi pada Indonesia dan sukses terbesar dalam hidup. 
  3. Pernyataan
    Validasi data dan tandatangan sebagai tanda pengesahan.

 

Saran saya pada tahap ini, untuk bagian essay, awali dengan riset. Essaymu cuma akan jadi makanan ringan yang banyak tapi gak ngenyangin kalau ga ada risetnya. Ini juga jadi bukti kalau kamu bisa menuangkan hasil riset dan sebuah tulisan. Buat essay dengan optimis dan percaya diri namun tetap rendah hati. Percaya diri dan sombong itu kadang beda-beda tipis.

Kemudian isilah dengan jujur apa adanya, jangan mengada-ngada (kecuali essay tentang masa depan ya harus berandai-andai). Kalau ada yang mau referensi essay, bisa email saya di eva.afifah.rd@gmail.com. (Sengaja tidak saya upload di sini untuk menjaga orisinalitas ide teman2 yang mau mengembangkan sendiri. Suka merasa kurang puas sendiri gak sih kalau punya tema yang sama dengan orang lain? lol). Setelah submit dokumen, akan ada email dari sistem yang berisi notifikasi bahwa aplikasi telah diterima. Kalau belum, boleh bertanya ke cs untuk memastikan. Aplikasi yang telat akan diikutkan pada jadwal seleksi selanjutnya.

Mengenai universitas, saya telah memiliki LoA unconditional di University of Edinburgh (terdaftar dalam list LPDP) dan IELTS yang mencukupi saat saya mengikuti tes seleksi. Ada beberapa teman yang belum diterima namun berani mendaftar (dan diterima, ada juga yang tidak). Jadi saya saat itu berusaha memenuhi semua syarat yang ada, wajib maupun optional sebelum berani maju untuk seleksi. Namun setelah PK, saya memutuskan untuk pindah ke University of the Arts London (QS World #2 for Arts and Design University in 2019) dan alhamdulillah diterima. Dengar-dengar perpindahan univ sudah tidak diperbolehkan lagi pada tahun 2018 awal, tapi terakhir diskusi dalam milis ada yang bilang boleh, dengan mengikuti prosedur baru yang ditetapkan. Saran saya sih hindari pindah univ kecuali niat, karena univ tujuan harus dalam list atau sangat bagus reputasinya, dan dua kali kerja (syaratnya lumayan banyak, perlu riset seperti makalah kalau univnya tidak ada dalam list LPDP)

Saat pengumuman dulu, sebelum menerima email, pengumuman seleksi sudah keluar di website LPDP dalam bentuk surat keputusan. Harus teliti ya membacanya! Saya sendiri tidak menemukan nama saya saat pertama kali membaca pengumumannya, malah diberitahu teman kalau ada nama saya di situ hehehe. Tapi jangan khawatir, akan ada email susulan mengenai kelulusan kamu jika memang lolos ke  tahap selanjutnya. Kalau belum beruntung, bisa dicoba kembali pada seleksi berikutnya 🙂

 

Seleksi Substantif

Setelah lolos seleksi pertama, aplikan akan menerima email berisi notifikasi kelulusan beserta instruksi dan list dokumen yang harus disiapkan. Seleksi substansi berjalan dari pagi sampai siang/sore, alias butuh satu hari didedikasikan untuk seleksi ini. Kalau sudah bekerja atau ada kegiatan lainnya, lebih baik izin dulu saja sehari. 

Pagi-pagi sekali saya datang karena mendapat jadwal seleksi pertama hari itu. Pos pertama adalah mengisi daftar hadir dan verifikasi dokumen. Setiap dokumen yang disertakan dalam aplikasi akan dilihat satu persatu untuk memastikan keasliannya. Dokumen tidak ditahan, hanya dilihat saja. Pada tahap ini, saya ingat sekali “menerbangkan” surat rekomendasi dari Selangor karena harus menyertakan surat rekomendasi asli. Jadi coba dipertimbangkan referee yang berada di salam negeri dulu ya! 

Sebagai gambaran, list dokumen yang harus dibawa saat itu*:

  1. Formulir dan Kartu Peserta (download dan diprint dari website)
  2. Ijazah atau surat keterangan lulus
  3. Transkrip Nilai
  4. SKCK
  5. Surat Keterangan Sehat
  6. Surat Keterangan Bebas Narkoba
  7. Surat Keterangan Bebas TBS (untuk aplikan beasiswa luar negeri)

*selalu merujuk ke list dokumen yang diberikan resmi, selalu ada update setiap tahun 🙂

Tahap selanjutnya adalah wawancara, menulis essay di tempat, dan LGD. Secara singkat alurnya dijelaskan pada infografis berikut: 

AlurSeleksiBeasiswaLPDP
*infografis ini diterima pada tahun 2015, sangat mungkin telah berubah

Tahap wawancara, penguji berjumlah 3 orang. 2 spesialis dalam bidangnya (sains, teknik, sosial/budaya, dsb), dan satu orang psikolog. 

Saya sendiri dites oleh seorang dosen SBM ITB yang menanyakan seputar aplikasi yang disubmit beserta essay, seorang dosen berasal dari UIN Malang menanyakan seputar keilmuan saya—yang sebenarnya sangat mendasar, juga yang biasanya malah terlupakan, seperti “desain itu apa sih”, “targetnya siapa”, dan sebagainya. Seorang lagi adalah psikolog yang menanyakan hal-hal lebih pribadi. Saat itu saya berusaha menjawab sejujur-jujurnya sejauh yang saya ingat. Saya sangat merekomendasikan untuk membaca aplikasi yang disubmit malam sebelum wawancara (jangan seperti saya, baca di tempat yang berujung pada kepanikan, hehe).

Tahap terakhir adalah Leaderless Group Discussion. Sebelum diskui dimulai, kenalan dulu deh sama teman2 sekelompok agartidak terlalu tegang. Setelah masuk ke ruangan, kami diberikan kasus (real) kamudian diskusi dimulai. Ada yang berinisiatif menjadi moderator, notulen, dan time keeper. Saya sendiri tidak mengambil peran apa-apa saat itu karena saya tidak cukup menguasai kasus dan membutuhkan waktu tidak sebentar untu memahami kasus yang diberikan. Diskusi dimulai. Semua mendapat giliran untuk mengungkapkan pendapatnya, kemudian diskusi dilanjutkan untuk mengambil kesimpulan. Diskusi ditutup dengan pembacaan kesimpulan. 

Selesai dari FGD, panitia memproses hasil dan mengumumkannya via email. Ini dia masa deg deg ser menunggu pengumuman. Kalau belum diterima, ya, coba lagi. Kalau diterima alhamdulillah, berarti siap-siap ke tahap selanjutnya, yaitu PK (Persiapan Keberangkatan). Jaman dulu PK sama Pak Kamil, dengar2 sudah beberapa tahun terakhir ini diganti. 

Kontribusi PK dikembalikan pada pribadi masing-masing, mau all out atau sekedar “menunaikan tugas” saja. PK ini semacam ospek lagi, kurang lebih. Tugasnya banyak waktunya sedikit termasuk tugas kelompok dan angkatan. Survive PK selama kurang lebih seminggu (dengan persiapan H-sebulan dan H+unlimited) rasanya lega sekali… Setelah PK (minimal 6 bulan) barulah kita bisa berangkat untuk studi. 

Semoga tulisan ini bermanfaat buat teman2 yang mau apply!

 

Disclaimer: Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman saya mengikuti tes seleksi lpdp pada tahun 2015 akhir ditambah informasi yang up to date pada 28 April 2019

Published by Eva Afifah

Graphic Designer | Children Illustration Enthusiast eva.afifah.rd@gmail.com

One thought on “Pengalaman dan Tips Seleksi LPDP (updated)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: