Mengurus Visa Family Reunion Jerman sendiri di Jakarta

Kami memang bukanlah pasangan penganut aliran “LDR is fine” hehehe. Menyusul suami ke Jerman memang sebuah kesepakatan yang alhamdulillah, juga didukung keluarga. Kebetulan keluarga saya juga memegang prinsip bahwa suami istri itu satu paket, lebih baik tidak berjauhan. Jadilah ketika saya menikah dan suami masih studi di Jerman, saya boyongan ke sana. 

Awalnya, kami pikir bisa mengurus langsung di Jerman. Salah seorang teman memiliki  Kami pun pergi ke Jerman berbarengan dengan rencana mengurus penggantian visa keluarga di sana. Ternyata setelah kami urus, penggantian tersebut tidak bisa. Usut punya usut, informasi yang bahwa visa bisa diganti di Jerman adalah pada kasus ketika si pasangan (dependant) masih memounyai residence permit di Eropa. Alternatifnya, saya harus mengurus di mana saya memiliki izin tinggal. Satu-satunya alternatif adalah UK. Namun ternyata Residence permit saya sendiri di UK sudah expired bbrp bulan lalu. Pada akhirnya saya hanya punya pilihan kembali ke Indonesia untuk mengurus penggantian visa ini. Beruntung, sesampainya di Jerman, kami memilih langsung mengurus visa keluarga ini daripada menunggu visa turis milik saya (valid 90 hari) habis masa berlakunya. Kami juga beruntung (lagi)—tipical Asian ya, sudah jatuh kalau belum tertimpa tangga belum merasa naas, hihihi—bahwa saya sendiri membeli tiket pulang pergi saat berangkat ke jerman. Ya walaupun memilih tiketnya saat itu asal ada saja, ambil yang termurah. Ternyata transitnya panjang di malam hari, dengan pertimbangan tiket tersebut tidak akan dipakai. Saat itu kami pun berpikir, masih ada satu alternatif, kami mencoba menghubungi agen di Indonesia dengan harapan visa family bisa mulai diproses secepatnya saat saya masih berada di Jerman, sehingga ketika kembali ke Indonesia, sudah bisa dipastikan kapan saya akan kembali ke jerman. Namun ternyata memang harus diurus sendiri karena ada pengambilan sidik jari. Akhirnya saya pun mau tak mau kembali untuk mengurus visa tersebut. Hari ini sudah genap 10hari setelah saya submit dokumen ke kedutaan. Mudah-mudahan Allah beri yang terbaik kapan saya harus kembali yaaa… amin 🙂

PROSES PENGURUSAN DOKUMEN

Setelah mengetahui bahwa saya memang harus datang sendiri di Jakarta, kami langsung melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Persyaratannya lebih banyak daripada visa Schengen (visa turis yang durasi kunjungannya maksimal 90 hari). Visa Kumpul Keluarga atau Family Reunion Visa adalah salah satu jenis Visa Nasional.

Berdasarkan hal yang telah saya jelaskan di atas, list dokumen yang dibutuhkan adalah:

  1. List dokumen persyaratan pengajuan visa Nasional secara umum, dapat diakses di sini. Untuk formulir, bisa diakses di sini.
  2. Dokumen tambahan khusus untuk kumpul keluarga, dapat diakses di link ini. 
  3. Setelah bertanya ke beberapa teman, kebanyakan dari mereka menyarankan untuk melampirkan beberapa dokumen tambahan, yaitu:
    1. Surat rekomendasi dari professor
    2. Surat keterangan enrolment dari kampus. Kalau suami mendapat allowance, maka disebutkan juga di sini jumlahnya. Dokumen ini juga berfungsi sebagai bukti finansial.
    3. Surat keterangan Asuransi suami. Surat ini berfungsi untuk menyatakan bahwa suami memiliki asuransi saat ini dan akan dapat di upgrade ke visa untuk keluarga ketika saya sampai di Jerman nanti.
    4. Rekening koran 3 bulan terakhir (nah, yang ini ditanya sama staf bagian visa di Jakarta, yang saya sendiri tidak melampirkan karena bersifat additional dan tidak ada dalam catatan. Walaupun bbrp kenalan yang berbarengan mengajukan hari itu pun tidak melampirkan, tapi lebih baik dilampirkan karena sepertinya sudah lumrah menjadi lampiran tambahan). Hal yang membuat saya agak tenang saat itu adalah karena saya sudah melampirkan keterangan enrolment dan allowance suami dari kampus, yang fungsinya sama dengan rekening koran yaitu untuk membuktikan kemampuan finansial. 

Selain itu, ada beberapa hal kecil yang biasanya dilewatkan namun sebenarnya penting untuk diperhatikan:

  1. Foto harus memenuhi kriteria ini.Beberapa aplikan disuruh foto ulang oleh petugas. Alhamdulillah saya tidak disuruh ulang 🙂
  2. Bawalah lebih dari dua rangkap dokumen! Banyak aplikan yang mondar mandir keluar hanya untuk fotokopi dokumen, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untu melengkapi dokumen yang diserahkan. Lebih baik antisipasi, kan 🙂
  3. Formulir dan surat pernyataan dari kedutaan tidak boleh difotokopi. Harus ditandatangani dan diisi 
  4. Saat memasuki ruangan tunggu, langsung saja menuju loket dan minta “absen” daftar hadir. Aplikan akan dipanggil sesuai urutan termin, namun jika belum datang tidak akan dipanggil. Jadi, absen dulu ya! Baru setelah itu berjalanlah ke whiteboard di pojok ruangan untuk mengurutkan dokumen, dua rangkap sesuai dengan jenis visa nasional kita. Urutan dikumen untuk Au Pair, Ausbildung, Family reunion, dan jenis visa nasional lainnya memiliki syarat yang berbeda sehingga urutannya pun berbeda. Semua urutan-nya ditempel di whiteboard itu, jadi tinggal diikuti saja. Dokumen pelengkap diletakkan di paling belakang setelah semua persyaratan disusun.
  5. Setelah dokumen lengkap dan diberikan ke petugas, aplikan harus menunggu dokumen diproses dan akan dipanggil untuk validasi formulir yang diberikan. Periksa kembali dengan teliti formulir yang diberikan oleh petugas sebelum membubuhkan tanda tangan. Saya menemukan kesalahan fatal yaitu kesalahan input alamat di Jerman. Petugas visa bekerja multitasking untuk beberapa aplikan sekaligus, dan dituntut cepat serta benar, maklum jika ada kesalahan semacam ini. Tugas kita lah untuk memastikan aplikasi visa kita aman 🙂
  6. Baca dan pastikan kamu mengikuti instruksi pengambilan sidik jari. Satu kenalan saya ditelepon kembali oleh petugas setelah ia keluar kedutaan, karena sidik jarinya tidak jelas dan harus mengulang pengambilan sidik jari tersebut. Pastikan saja jari anda tidak basah dan letakkan sesuai instruksi. Entah kesalahan alat atau gimana, yang jelas lebih baik berjaga-jaga agar tidak ditelepon balik, kan? hehe
  7. Proses aplikasi visa hingga visa keluar bisa berlangsung 6-8minggu. Tapi ada juga yang seminggu, 2minggu, 3minggu sudah mendapat notifikasi bahwa visa sudah selesai. Berdoa saja agar diberi kelancaran sambil tanya-tanya ke kedutaan. Bisa juga menanyakan ke email ke Kedutaan Besar apakah dokumen sudah berada di Jerman atau belum. Ohya, jangan lupa, pasangan juga baiknya follow up aplikasi kita ke Welcome Centre setempat. Seorang teman pernah diproses hingga 6 bulan karena dokumen terselip di kantor imigrasi di Jerman-nya. Kan sedih kalau sudah tunggu lama-lama ternyata data keselip 😦

Begitulah kira-kira proses aplikasi nya!

Ohya, ada baiknya membaca dengan baik informasi mengenai visa nasional yang tertera di website resmi Kedutaan Jerman: https://jakarta.diplo.de/id-id/service/visa-einreise/-/1687488

Saya sendiri masih menunggu kabar dari kedutaan. Semoga saja segera mendapat kabar baik ya 🙂 Good luck untuk Anda dan saya juga 🙂

 

*Gambar: Copyright Colorbox

Published by Eva Afifah

Graphic Designer | Children Illustration Enthusiast eva.afifah.rd@gmail.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: